Selamat Jalan Prof. Hefni, Pribadi Yang Bijaksana dan Pendengar Yang Baik

Home >Berita >Selamat Jalan Prof. Hefni, Pribadi Yang Bijaksana dan Pendengar Yang Baik
Selamat Jalan Prof. Hefni, Pribadi Yang Bijaksana dan Pendengar Yang Baik
Preview

Lagi, keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), kehilangan guru besar yang sekaligus Rektor UIN Kiyai Haji Achmad Siddiq Jember. Sebelumnya, belum genap 40 hari Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag, Guru Besar yang juga pernah menjabat sebagai Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.

Prof. Dr. KH. Hefni Zain, SAg., MM, atau Pak Hefni demikian kami memanggilnya, wafat pada hari Jumat, 19 Juni 2026 pada Jam 00.30 WIB. Saya mendapatkan kabar beruntun dari WA Pak Nawawi, Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Pak Sumper Mulia Harahap Rektor UIN Padangsidimpuan juga KH. Isroqunnajah (Gus Is) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 

Berita wafat beliau, mengagetkan kita semua, karena belum genap satu bulan yang lalu, saya berkesempatan berbincang sangat hangat di Ruang Rektor. Semua tentu merasa kehilangan. Sahabat, kolega, teman dan tentu keluarga terdekat. Tentu juga Keluarga Besar civitas akademika UIN yang mengambil berkah atas tokoh besar KH. Achmad Siddiq, Rais Am PBNU kala itu. 

Beliau sosok guru besar yang kharismatik, berkhidmah sepenuh hati di bidangnya. Teduh dan pembawaanya tenang. Apalagi sebagai sosok Rektor, yang memimpin puluhan ribu mahasiswa dengan ratusan dosen dan Tenaga Kependidikan.

Pertama kali mengenal beliau, saat saya menjadi Kepala Seksi Kemahasiswaan dan berlanjut menjadi Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS). Pak Hefni kerap bertemu pada acara-acara koordinasi dan kemahasiswaan, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN KHAS Jember.

Sampai beliau wafat kebersamaan, silaturrahmi dan persahabatan kami tak pernah putus. Semakin kuat karena sering berdiskusi tentang bagaimana menyiapkan SDM unggul melalu layanan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds). Juga hal ikhwal Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), untuk kalangan mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

"Pak Rohman sudah tepat memimpin PUSPENMA, karena sat set sat set dan solutif dalam melayani, apalagi terkait dengan lembaga baru yang menangani beasiswa dan riset", demikian suatu hari menyemangatiku.

Beliau meminta agar saya membantu para dosen yang memiliki komitmen keilmuan bagus sekaligus jiwa sosialnya bagus, layaknya para aktivis, untuk dapat studi lanjut S3. "Saya percaya Mas Rohman memiliki kepedulian kepada para aktivis, sebagai cetak birunya kampus PTKI masa depan", demikian harapnya.

Pribadi Yang Bijak

Beliau sosok yang tidak banyak omong. Beliau menampilkan sosoknya sebagai pendengar yang bijak. Teduh lagi kalem pembawaanya. Saya tahu beliau alim, tapi tidak menunjukan kealimannya. Beliau sangat sabar mendengarkan lawan bicaranya. Sesekali aja menimpali dan memberikan klarifikasi jika diperlukan.

Disitulah kekuatannya, yang menjadikan orang semakin segan dan hormat. Dalam karakter kepemimpinan bisa disebut sebagai pribadi yang berkharisma. Komitmen dan kerja keras menjadi orientasinya. 

Lihat saja perkembangan UIN KHAS Jember sangat menggembirakan. Bertambahnya guru besar, akreditasi prodi yang semakin bertambah dan iklim akademik yang semakin terbentuk. Terpenting adalah suasana kondusif dan harmonis terlihat dengan jelas, menggambarkan denyut nadi kampus yang semakin baik dan berkembang.

Suatu hari kampusnya didemo oleh para mahasiswa, atas salah satu kebijakannya. Beliau hadapi dengan tenang dan jelaskan kenapa kebijakan itu diambilnya. Dia tidak menyimpan dendam, karena bagi beliau mahasiswa adalah layaknya putra dan puterinya sendiri. 

Beliau sangat mengerti bagaimana memperlakukan mahasiswa. Sosok yang haus akan ilmu pengetahuan dan kuat dalam idealisme. Namun harus dibimbuing bagaimana mencapai kedewasaan mental dan intelektualnya.

Saya bersaksi beliau adalah sosok yang bijaksana, melihat masalah tidak satu sisi, tapi banyak dimensi. Kelenturannya menghadapi masalah justeru menjadi nilai tersendiri. Banyak orang yang kagum atas laku bijak bajik beliau, sebagai pemimpin kampus besar, sekaligus kyai yang memegang otoritas keilmuan keagamaan.

Masa Transisi Yang Sukses

Saat Prof. Hefni menjabat sebagai Rektor merupakan masa transisi yang tidak gampang dilalui. Transisi dari IAIN menjadi UIN, yang telah ditorehkan oleh Rektor sebelumnya Prof. Babun Suharto. Beliau sendiri menjadi bagian penting masa transisi transformasi kelembagaan itu.

Paradigma berfikir, cara pandang keilmuan dan tata kelola kelembagaan harus berubah saat-saat UIN baru. Dengan kepiawaiannya dan loyalitas para pembantunya, Pak Hefni mampu melewatinya dengan baik.

Pengambilan keputusan kerap dilakukan bersama. Bukan sebagai sosok otoriter, tetapi partisipatif. Semua di dengar menjadi tabungan gagasan yang penting, sehingga UIN Jember masuk dalam jajaran UIN papan atas dari UIN-UIN yang ada di nusantara ini.

Masa sulit yang kedua adalah Pak Hefni mewarisi transisi dari kepemimpinan Rektor sebelumnya yang relatif lama antara 3-4 periode kepemimpinan. Sebagian Civitas akademika sudah terbiasa nyaman dengan tipe kepemimpinan yang ada. Langgam yang berjalan dan tentu pelbagai kebijakan dan program.

Dengan kepemimpinannya beliau meramut semua, meyakinkan kepada para pihak bahwa kita mampu memimpin UIN ini dengan baik. Belum lagi kelegowoannya menerima konsekuensi apapun atas pelbagai warisan kelembagaan, akademik, tata kelola plus kondisi sosio kulturalnya.

Prof. Hefni dianggap mampu meneruskan kepemimpinan Prof. Babun dengan baik. Smut, melindungi, dan pelan tapi pasti mengejar ketertinggalan dengan PTKIN lain. 

Pribadi yang bijaksana telah mengantar kesuksesannya memimpin kampus di ujung timur Jawa. Selamat jalan Prof. Hefni, budi baikmu akan senantiasa dikenal oleh kawan, sahabat dan kolega dan tentu putra-puterimu. Baik putra-puteri biologis, intelektual dan idiologis.

Insya Alloh husnul khotimah dan surga menantimu. 


Jakarta, 19 Juni 2026

Oleh: Ruchman Basori, Sahabat Prof. Hefni  dan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Setjen Kemenag RI Tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 27 Juni 2026, 17:05 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 180