Raih Predikat Madya PTRG Award, UIN KHAS Jember Perkuat Kurikulum Responsif Gender

Home >Berita >Raih Predikat Madya PTRG Award, UIN KHAS Jember Perkuat Kurikulum Responsif Gender
Raih Predikat Madya PTRG Award, UIN KHAS Jember Perkuat Kurikulum Responsif Gender
Preview

JEMBER-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang diketuai Ibu Alfisyah Nurhayati menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Insersi Materi Gender Mainstreaming pada Mata Kuliah, Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai 2.

 

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri atas para pegiat gender, guru besar, aktivis, akademisi, ketua program studi, Wakil Dekan I, serta para dosen pengampu mata kuliah.

Hadir sebagai narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Erfanian Zuhrah, S.Ag., M.H. dan Dr. Jamilah, M.A.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., dan Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Husna Amal, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan agar perguruan tinggi benar-benar menjadi institusi yang responsif gender.

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 kita mendapatkan predikat dalam ajang PTRG Award sebagai perguruan tinggi dengan kategori Madya. Insyaallah, tahun depan akan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Menurut Dr. Zainal, meskipun tidak terdapat mata kuliah khusus yang membahas gender, materi Gender Mainstreaming tetap dapat diinsersikan ke dalam berbagai mata kuliah yang memiliki isu dan topik terkait gender.

“Kalaupun tidak ada mata kuliah khusus terkait dengan gender, materi gender bisa diinsersi ke dalam mata kuliah dengan isu dan topik terkait Gender Mainstreaming yang telah dibicarakan dua tahun yang lalu di Malang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya insersi materi gender ke dalam mata kuliah membutuhkan sinergi dan kebijakan di tingkat universitas. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya menjadi wilayah LP2M, tetapi juga membutuhkan dukungan pimpinan universitas, khususnya Wakil Rektor I yang memiliki kewenangan dalam kebijakan akademik dan pengembangan kurikulum.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Husna Amal, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan perjuangan Gender Mainstreaming yang telah berlangsung sejak era KH. Abdurrahman Wahid dan dilanjutkan oleh sejumlah tokoh, seperti Prof. Nurcholish Madjid, Prof. Masdar Farid Mas’udi, KH. Husein Muhammad, serta tokoh-tokoh lainnya.

Ia juga menyinggung konteks lokal Jember yang memiliki tokoh dan lembaga pendidikan yang memberikan perhatian terhadap perspektif gender.

“Di Jember itu ada KH. Muhyidin Abdussomad. Di Jember juga ada pesantren dengan pendidikan yang ramah gender,” ungkapnya.

Menurut Prof. Husna Amal, pelaksanaan kegiatan Gender Mainstreaming secara berkelanjutan menunjukkan bahwa isu tersebut masih sangat dibutuhkan untuk mengawal proses transformasi menuju tatanan struktural dan kultural berbasis gender, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam konteks penyusunan insersi kurikulum Gender Mainstreaming, ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan isu strategis lainnya, seperti moderasi beragama dan pendidikan antikorupsi. Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan penguatan dan pengembangan kurikulum yang terintegrasi dengan ketiga perspektif tersebut.

Kegiatan penyusunan insersi materi Gender Mainstreaming pada mata kuliah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengarusutamaan gender di lingkungan UIN KHAS Jember. Melalui integrasi materi gender dalam berbagai mata kuliah, perguruan tinggi diharapkan mampu membangun proses pendidikan dan budaya akademik yang lebih responsif, inklusif, adil, dan berkeadilan gender.(dsk)


Tag :

Diposting Pada : 27 Juli 2026, 14:14 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 129