Perkuat Daya Saing Global, UIN KHAS Jember Fokus Tingkatkan World University Ranking

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus mengintensifkan langkah strategis untuk menembus jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Bertempat di ruang rapat Rektorat lantai 1, Kamis (17/7/2025), UIN KHAS Jember menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Meningkatkan World University Ranking, sebagai bagian dari upaya sistematis memperkuat daya saing global perguruan tinggi keagamaan Islam.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua LPM, Ketua LP2M, Kepala UPT TIPD, UPB, UPK, Ma’had Al-Jami’ah, Kepala SPI, Ketua Jurusan, pimpinan unit strategis seperti hingga Ketua Gugus Mutu di tingkat fakultas dan pascasarjana.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. M. Khusna Amal, dalam sambutannya menegaskan bahwa FGD ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Rektor dan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama dalam mendorong perguruan tinggi Islam masuk dalam World University Rankings (WUR).
“Hari ini kita melakukan warming up—berbagi ide dan pengalaman—dengan belajar dari proses pemeringkatan Universitas Jember yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Prof. Khusna Amal.
Prof. Amal berharap, kegiatan ini menjadi titik awal konsolidasi akademik UIN KHAS Jember dalam merancang peta jalan menuju universitas berkelas dunia (World Class University), dengan menekankan pentingnya data, sinergi kelembagaan, dan komitmen kolektif seluruh sivitas akademika.
Sebagai narasumber, hadir Bevo Wahono Ph.D, Sekretaris LP2M Universitas Jember sekaligus Ketua Taskforce Pemeringkatan Universitas Jember. Ia menguraikan pengalaman empiris timnya dalam membangun ekosistem akademik yang terukur dan berorientasi pada peningkatan peringkat universitas di level global.
“Sejak 2021, kami membentuk Taskforce Pemeringkatan yang bekerja lintas unit. Kami mengidentifikasi kelemahan, mengundang para ahli, dan menyusun langkah-langkah strategis. Semua rekomendasi disinergikan dengan unit-unit kerja di lingkungan Universitas Jember,” jelasnya.
Bevo menjelaskan bahwa salah satu tolok ukur penting dalam pemeringkatan versi Times Higher Education (THE) WUR adalah publikasi ilmiah internasional.
“Minimal 150 artikel terindeks Scopus per tahun selama lima tahun berturut-turut menjadi syarat utama. Jika satu tahun saja tidak memenuhi kuota itu, otomatis tidak masuk penilaian,” tegasnya.
Bevo juga memaparkan berbagai lembaga pemeringkat dunia seperti QS World University Rankings, THE WUR, ARWU, Webometrics, dan UniRank, masing-masing dengan indikator dan strategi berbeda. Selain publikasi, indikator lain yang menjadi penilaian antara lain adalah jumlah riset, rasio dosen dan mahasiswa, jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, sitasi ilmiah, serta kolaborasi internasional.
Salah satu peserta FGD, Dr. Zainal Abidin, M.Si., Ketua LP2M, menyatakan dukungan penuh terhadap ikhtiar yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan. Menurutnya, World University Ranking tidak hanya soal peringkat semata, tetapi juga menyangkut integritas data, budaya akademik, dan kolaborasi kelembagaan yang terukur.
“LP2M siap menjadi bagian dari gerakan kolektif ini, karena pada akhirnya pemeringkatan internasional bukan sekadar soal capaian numerik, tetapi refleksi dari mutu tridarma perguruan tinggi yang berdampak secara ilmiah, sosial, dan global,” ungkapnya.
Ia menambahkan, LP2M telah, sedang, dan akan terus memperkuat ekosistem penelitian, mulai dari peningkatan kapasitas penelitian dosen, fasilitasi skema pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pendampingan penulisan artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi internasional.
“Kami juga telah menyampaikan data dosen yang memiliki ID Sinta dan akun Google Scholar kepada seluruh Dekan dan pimpinan universitas. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan dosen-dosen yang memiliki ID Scopus. Basis data ini akan menjadi bagian dari langkah awal untuk mendukung kebijakan dan program-program universitas,” tutupnya. (Karim)
Tag :