3.078 Mahasiswa KKN Diterjunkan, Gus Fawait: Mari Tuntaskan Kemiskinan Jember

Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., melepas 3.078 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejak 17 Juli hingga 22 Agustus 2025. Mereka akan mengabdi selama 35 hari di 240 desa/kelurahan di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Fawait menyampaikan bahwa Jember merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua di Jawa Timur.
“Orang miskin rata-rata tinggal di pedesaan, pinggir perkebunan, pinggir hutan, dan pinggir pantai. Bahkan menurut data Kementerian Sosial, tingkat kemiskinan ekstrem di Jember adalah yang tertinggi di Jawa Timur,” paparnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa kemiskinan merupakan masalah mendasar, karena tujuan berbangsa dan bernegara adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya minta tolong kepada adik-adik mahasiswa untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengurai persoalan kemiskinan di Jember. Ketika adik-adik datang ke desa, ke pelosok, ke pinggir hutan, ke pinggir pantai, saya minta kalian untuk menularkan semangat menuntut ilmu kepada mereka semua,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Dr. Zainal Abidin, M.Si., Ketua LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, menjelaskan bahwa pada KKN Kolaboratif 2025, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mendelegasikan 241 mahasiswa dan 16 dosen pembimbing lapangan (DPL).
“Kami selalu berpartisipasi dalam KKN Kolaboratif ini. KKN tahun 2025 merupakan kali keempat kami terlibat. Ini merupakan wujud konkret kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dalam membangun sinergi keilmuan dan pengabdian berbasis multidisipliner,” paparnya.
“Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia tadi, KKN Kolaboratif ini melibatkan belasan PTN dan PTS di Jember maupun luar Jember, antara lain Universitas Jember, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Politeknik Negeri Jember, UPN Veteran Jawa Timur, dan lainnya,” jelas dosen FTIK yang juga Asesor LAMDIK ini.
Pria kelahiran Banyuwangi ini menambahkan bahwa KKN Kolaboratif merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan sosial, serta belajar bekerja lintas budaya dan lintas keilmuan. Program ini juga menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang lebih inklusif, solutif, dan berdampak signifikan. Ia berharap program ini terus diperluas dan diperkuat pada tahun-tahun mendatang [Sofi & Rizal].
Tag :