LP2M UIN KHAS Jember Monitoring KKN: Mahasiswa Fokus pada Edukasi, Lingkungan, dan UMKM

Jember- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melakukan kegiatan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa pada hari Sabtu, 19 Juli 2025. Monitoring ini bertujuan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu merespons kebutuhan masyarakat melalui program-program nyata yang berbasis potensi lokal dan permasalahan riil.
Di wilayah Kabupaten Situbondo, tim dosen pembimbing lapangan yang terdiri dari H. Khairul Umam, M.Pd., Achmad Alfan Kurniawan, Lc., M.H., dan Sofiatul Madaniyah, SE., melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pengabdian mahasiswa, termasuk Desa Suboh, Ketah, dan Buduan. Dalam kegiatan ini, mereka berdialog langsung dengan mahasiswa, perangkat desa, serta warga yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program.
Di Desa Suboh, mahasiswa menerapkan pendekatan pemberdayaan berbasis aset lokal atau Asset-Based Community Development (ABCD). Salah satu inovasi yang sedang dijalankan adalah pemanfaatan greenhouse untuk budidaya sayur-sayuran sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan lokal. Tak hanya itu, mahasiswa juga menggagas revitalisasi café desa sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif. Program ini diarahkan untuk meningkatkan daya tarik usaha lokal melalui manajemen yang lebih profesional, promosi digital, dan penguatan peran sosial café tersebut bagi generasi muda desa.
Masih di Suboh, kelompok 73 KKN yang dibimbing oleh Dr. Hersa Farida Qoriani, S.Kom., M.E.I., dan diketuai oleh Imam Syafi’i, juga turut dikunjungi dalam sesi monitoring ini. Kelompok ini diketahui telah menjalankan berbagai aktivitas yang melibatkan partisipasi langsung dengan masyarakat, seperti mengajar di SD dan lembaga yayasan pendidikan, serta melakukan observasi sosial terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam pernyataannya, Imam Syafi’i menegaskan bahwa kelompoknya berupaya hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga berusaha memahami dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat agar program yang dirancang dapat berkelanjutan dan berdampak positif.
Sementara itu, di Desa Ketah, meskipun tim monitoring tidak sempat bertemu langsung dengan mahasiswa karena mereka sedang melaksanakan kegiatan mengajar di sekolah, perangkat desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa energi baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membina karakter anak-anak dan memberikan inspirasi positif.
Kondisi berbeda ditemukan di Desa Buduan. Mahasiswa di desa ini tengah fokus pada isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), mahasiswa merancang program edukasi dan inovasi berupa pemanfaatan limbah plastik sebagai media tanam hidroponik. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, mereka tetap berinisiatif untuk menciptakan solusi berbasis lokal. Tim monitoring mendorong mahasiswa untuk mengadopsi dan memodifikasi gagasan-gagasan dari desa lain yang telah lebih dahulu berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis digital dan edukatif.
Di hari yang sama, LP2M juga melaksanakan monitoring di wilayah Kabupaten Bondowoso, mencakup Desa Kapuran, Wonosari, dan Tangsi Wetan. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing lapangan yakni Syaifur Rizal, SE., Pak Maki, dan Pak Adim. Di Desa Kapuran, mahasiswa memberdayakan pelaku UMKM, khususnya pengusaha tahu isi dan gorengan. Mereka membantu penguatan merek dagang, perbaikan kemasan, hingga pemasaran digital sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Adapun di Desa Wonosari, mahasiswa KKN mencoba menjawab persoalan pertanian, terutama irigasi, dengan merancang produksi pupuk organik berbasis rumah tangga. Program ini tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong optimalisasi pekarangan warga sebagai sumber pangan dan pendapatan alternatif.
Menurut Syaifur Rizal, kegiatan KKN bukan semata-mata kewajiban akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan kemampuan berpikir kontekstual. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pengabdian terletak pada kemampuan mahasiswa dalam membaca realitas lokal dan merumuskan solusi yang spesifik serta aplikatif.
Monitoring yang dilakukan LP2M ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN KHAS Jember mampu menunjukkan kreativitas, adaptasi, dan semangat kolaboratif dalam menjalankan tugas pengabdiannya. LP2M berharap program-program tersebut tidak hanya berdampak selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan jejak yang berkelanjutan bagi masyarakat.(Afn)
Tag :