Peduli Perlindungan Anak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Edukasi Bahaya Kekerasan Seksual di Desa Sumberanyar

Home >Berita >Peduli Perlindungan Anak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Edukasi Bahaya Kekerasan Seksual di Desa Sumberanyar
Peduli Perlindungan Anak, Mahasiswa KKN UIN KHAS Edukasi Bahaya Kekerasan Seksual di Desa Sumberanyar
Preview

Media Center - Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar edukasi pencegahan kekerasan seksual di Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dipimpin oleh Yusuf Ali, mahasiswa semester 6 yang bertindak sebagai koordinator posko tersebut.

Tidak sekadar berkampanye di media sosial, para mahasiswa KKN Posko ini memilih untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dengan memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan yang telah dibangun bersama masyarakat desa setempat.

Program edukasi dari posko KKN ini menyasar tiga sekolah di Desa Sumberanyar, yaitu SDN 1 Sumberanyar, SDN 2 Sumberanyar, dan SMP Ibrahimi Sumberanyar. Tim posko memilih ketiga sekolah tersebut karena lingkungan sekitarnya dinilai menghadapi tantangan kerawanan kenakalan remaja yang cukup tinggi.

Hingga saat ini, program baru berjalan di satu dari tiga sekolah sasaran, yaitu SMP Ibrahimi Sumberanyar. Yusuf Ali menegaskan bahwa mahasiswa di poskonya berkomitmen untuk melanjutkan edukasi ke dua sekolah lain yang telah direncanakan.

“Kami akan bergerak lagi ke dua sekolah yang telah kami sasar untuk melakukan edukasi,” tegas Yusuf.

Pada Jumat, 14 Juli 2026, sosialisasi kekerasan seksual tersebut sukses digelar oleh posko KKN di SMP Ibrahimi Sumberanyar. Akbar Hafidz, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga yang menjadi pemateri utama dari tim posko, menjelaskan bahwa perundungan (bullying) bukan satu-satunya masalah yang marak di kalangan remaja saat ini.

“Tidak hanya aksi bullying yang marak pada usia remaja, namun juga kekerasan seksual berbasis rape culture yang dominan dalam kesadaran kolektif. Situasi ini tidak hanya beredar dalam ranah realitas fisik, tetapi juga marak di media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi bahaya kekerasan seksual sejak dini,” ungkap Akbar.

Akbar juga menekankan pentingnya ruang aman yang otonom bagi penyintas. Kehadiran ruang ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi korban untuk melaporkan kekerasan seksual yang mereka alami tanpa rasa takut.

Selain menyampaikan materi, program kerja KKN Posko ini juga mendorong institusi pendidikan secara luas—tidak hanya di Desa Sumberanyar—untuk mengenalkan bahaya kekerasan seksual sejak usia anak-anak.

Mahasiswa KKN Posko berharap program ini dapat direplikasi secara masif di daerah lain, sekaligus mendorong pendirian ruang aman bagi penyintas di setiap lokasi pengabdian mahasiswa.

Penulis : Akbar Hafidz Hilmi Alamsyah (Posko 43)


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 20 Juli 2026, 08:57 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 155