Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Bentuk Kader Sanitasi Pertama di Banyuwangi

Media Center - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menginisiasi pembentukan Kader Sanitasi dan Konservasi di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Program ini menjadi yang pertama kalinya digelar di wilayah kabupaten tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya pelestarian alam di kawasan yang memiliki potensi wisata tersebut.
Acara peresmian dan pembekalan kader berlangsung di Posko KKN 65, Dusun Sumberwaru, Jumat (17/7). Agenda ini dihadiri oleh Lurah Gombengsari, jajaran ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 65 UIN KHAS Jember, Dr. Abdillah Fatkhul Wahab, bertindak langsung sebagai narasumber untuk membekali para kader.
Dalam pemaparannya, Abdillah menekankan pentingnya penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai fondasi utama kesehatan warga. Ia membedah lima pilar utama STBM yang harus diimplementasikan oleh kader baru.
"Lima pilar tersebut meliputi stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun di waktu penting, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, serta pengelolaan sampah domestik dan limbah cair rumah tangga," ujar Abdillah.
Selain sanitasi, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai konservasi alam praktis. Warga diajak untuk aktif mengurangi pencemaran dan mengelola sampah secara bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Lurah Gombengsari, Abdul Majid, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembentukan kader ini. Menurutnya, kebersihan lingkungan di wilayah Gombengsari—khususnya Lingkungan Sumberwaru—bersinggungan langsung dengan sektor pariwisata daerah.
"Sumberwaru memiliki potensi yang harus kita jaga bersama, salah satunya wisata air terjun yang kerap dikunjungi wisatawan. Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelancong," kata Abdul Majid.
Ia berharap para kader yang terpilih dapat menjadi motor penggerak dan agen perubahan yang konsisten mengedukasi warga terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Apresiasi senada juga datang dari Ketua RW Lingkungan Sumberwaru, Agus Asmuni. Ia berharap inisiatif dari para mahasiswa ini mampu memperkuat semangat gotong royong warga dalam menjaga kebersihan ruang hidup mereka.
Tidak hanya fokus pada sanitasi lingkungan, mahasiswa KKN 65 UIN KHAS Jember juga menyelipkan agenda intervensi kesehatan fisik. Rangkaian acara dimulai dengan senam hipertensi bersama yang diikuti secara antusias oleh warga.
Pemilihan jenis senam ini didasarkan pada data lapangan yang menunjukkan masih tingginya angka kasus hipertensi di kalangan masyarakat Kelurahan Gombengsari.
Sebagai penutup program, panitia menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini dimanfaatkan warga untuk melakukan deteksi dini penyakit sekaligus berkonsultasi mengenai penerapan gaya hidup sehat. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa dan sesi foto bersama.
Tag : Berita Terkini