Menuju Indeks Internasional: UIN KHAS Matangkan Strategi DOAJ hingga Scopus

Home >Berita >Menuju Indeks Internasional: UIN KHAS Matangkan Strategi DOAJ hingga Scopus
Menuju Indeks Internasional: UIN KHAS Matangkan Strategi DOAJ hingga Scopus
Preview

JEMBER, UIN KHAS menyelenggarakan kegiatan “Review Substansi dan Teknis Indeksasi Jurnal ke DOAJ, Copernicus, WoS, dan Scopus” selama dua hari, 20–21 Oktober 2025, dengan 39 peserta dari pengelola jurnal. Agenda hari pertama berfokus pada Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Index Copernicus (IC), sementara hari kedua membahas Web of Science (WoS) dan Scopus.

Dalam sambutan pembuka, Dr. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Si. menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis peningkatan mutu dan daya saing jurnal di level global. Upaya penguatan substansi artikel, tata kelola editorial, dan kepatuhan terhadap standar internasional disebut menjadi prasyarat agar jurnal kampus diakui luas.

Rektor UIN KHAS, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menyebut penguatan jurnal selaras dengan dasa cita rektor. Menurutnya, terdapat tujuh indikator agar jurnal kompetitif. Mulai dari legalitas dan manajemen jurnal, editorial board, indeksasi metadata, kebijakan publikasi, internasionalisasi, etika publikasi dan integritas ilmiah (termasuk pencegahan plagiarisme, deklarasi konflik kepentingan, kebijakan koreksi/retaksi), kinerja visibilitas dan sitasi (pemakaian DOI, keterhubungan ORCID, diseminasi dan dampak kutipan). “Kunci pengerjaan jurnal ini adalah kebersamaan, kohesivitas, dan semangat para pengelola jurnal,” ujar Prof. Hepni.

Sebagai pemateri, Dr. Andri Putra Kesmawan, S.IP., M.IP., dan Ramadhita, M.H.I., memaparkan aspek teknis yang kerap menjadi hambatan akreditasi dan indeksasi. Untuk DOAJ, misalnya, penekanan diberikan pada keterbukaan akses (open access) yang konsisten, kebijakan etika publikasi yang eksplisit, transparansi proses telaah sejawat, dan kualitas metadata di laman jurnal. Sementara pada Index Copernicus, peserta diajak meninjau kelengkapan profil jurnal, keteraturan terbit, dan konsistensi penomoran DOI.

Pada sesi WoS–Scopus, materi menyoroti standar kurasi konten, keberagaman dewan editor dan penulis, keterbacaan internasional (bahasa, gaya selingkung), jejaring sitasi, hingga indikator dampak. Pengelola jurnal juga diajak audit mandiri OJS: memperbaiki struktur menu author-centric, mempercepat kecepatan muat (performance), mengaktifkan OAI-PMH dengan skema metadata yang benar, serta memastikan keterhubungan Crossref berjalan normal.

Prof. Hepni menambahkan, laboratorium, perpustakaan, dan jurnal merupakan indikator kunci akreditasi perguruan tinggi unggul. Ia menilai UIN KHAS memiliki fasilitas dan SDM yang memadai untuk mendorong lompatan kualitas tersebut. “Kelembagaan yang solid dan budaya mutu akan mempercepat capaian indeksasi,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan rencana tindak lanjut bagi tiap jurnal untuk menyusun checklist kepatuhan (etika, keterbukaan, metadata, dan diseminasi), target waktu pengajuan ke DOAJ/IC, serta pemetaan gap menuju evaluasi WoS/Scopus. Hari kedua (Selasa, 21/10/2025) diisi klinik naskah dan review kebijakan editorial agar proposal indeksasi lebih siap. Alf


Tag : Pendidikan

Diposting Pada : 21 Oktober 2025, 15:06 | Oleh : Moh. Dasuki
Dilihat : 176