LP2M UIN KHAS Jember Mantapkan Moderasi Beragama Tahap II: Rektor Tekankan Jalan Tengah Kedamaian

Home >Berita >LP2M UIN KHAS Jember Mantapkan Moderasi Beragama Tahap II: Rektor Tekankan Jalan Tengah Kedamaian
LP2M UIN KHAS Jember Mantapkan Moderasi Beragama Tahap II: Rektor Tekankan Jalan Tengah Kedamaian
Preview

Jember – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tahap II bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Fortunagrande Jember, 14–16 Oktober 2025, dengan diikuti 31 peserta.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan yang damai. Menurutnya, setiap manusia pada fitrahnya mendambakan kedamaian, bukan konflik.

“Tidak ada kehidupan damai yang lahir dari ekstremitas, baik kanan maupun kiri. Hidup damai hanya dapat dicapai melalui jalan moderat. Itulah hakikat moderasi beragama, yakni kehidupan yang adil, berimbang, dan menjunjung kesetaraan,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan perbedaan antara istilah “moderasi agama” dan “moderasi beragama.” Menurutnya, agama pada dasarnya sudah moderat. Yang perlu dimoderasi adalah sikap, cara pandang, dan praktik keberagamaan umat. “Agama sejak awal sudah jalan tengah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dengan konsep ummatan wasathan. Yang perlu kita tengah-tengahkan adalah cara kita beragama,” tambahnya.

Ketua LP2M, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LP2M untuk mewujudkan salah satu program utama Rektor UIN KHAS Jember, yaitu penguatan moderasi beragama. Ia menjelaskan, sejak tahun akademik 2024 mata kuliah Moderasi Beragama telah menjadi mata kuliah wajib 2 SKS bagi mahasiswa semester pertama.

Selain di ranah akademik, LP2M juga mengembangkan program moderasi beragama di masyarakat. Tahun 2024, LP2M meluncurkan “Kampung Moderasi” di pedesaan, sedangkan pada 2025 diperkenalkan “Griya Moderasi” yang menyasar masyarakat urban. “Kami ingin agar moderasi beragama tidak hanya berhenti di kampus, tetapi juga hidup di tengah masyarakat, baik pedesaan maupun perkotaan,” ujarnya.

Dalam sesi materi, hadir narasumber Dr. Jamilah, M.Pd., dan Dr. Muhammad Izzuddin, M.HI., dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kedua pemateri mengulas konsep-konsep penguatan moderasi beragama serta strategi implementasinya di lingkungan akademik dan sosial.

Sementara itu, Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M, Dr. H. Shoni Rahmatullah Amrozi, M.Pd.I., menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dosen dan tenaga kependidikan menjadi agen moderasi di lingkungannya masing-masing. “Kami ingin seluruh dosen dan tendik memahami paradigma moderasi beragama secara utuh, sehingga mereka bisa menjadi duta moderasi, tidak hanya di kampus tetapi juga di masyarakat luas,” ungkapnya.

Kegiatan orientasi ini merupakan rangkaian berkelanjutan. Tahun 2024, UIN KHAS Jember telah menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) moderasi beragama di Banyuwangi, dan pada tahun 2025 kegiatan dilanjutkan dengan orientasi tahap pertama dan kedua. Dengan pola berjenjang ini, diharapkan seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember dapat menginternalisasi dan menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama, baik di lingkungan akademik maupun di masyarakat luas.(dsk)


Tag :

Diposting Pada : 14 Oktober 2025, 18:29 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 194