Mahasiswa KPM Wagir Lor Gelar Pelatihan Keuangan Digital dan Legalitas Usaha demi UMKM Tembus Ritel Modern

Media Center — Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Wagir Lor antusias mengikuti Pelatihan
Literasi Keuangan Digital dan Pentingnya Legalitas Usaha. Kegiatan yang
berlangsung di Balai Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo pada
Senin (27/7/2026) ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Posko 1 Wagir Lor.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul
08.00 hingga 11.00 WIB tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas
wirausahawan lokal dalam menghadapi era digitalisasi, sekaligus memberikan
wawasan mendalam mengenai pentingnya perlindungan hukum bagi keberlanjutan
bisnis.
Kepala Desa Wagir Lor, Sumono, secara
resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada tim mahasiswa KPM atas inisiatif program yang dinilai
sangat strategis bagi penguatan ekonomi warga.
"Penguatan kapasitas UMKM memang
menjadi salah satu fokus prioritas pengembangan di desa kami. Kami berharap
sosialisasi ini membuat para pelaku UMKM di Wagir Lor tak ragu lagi melengkapi
perizinan usaha serta makin melek keuangan digital agar siap bersaing di pasar
yang lebih luas," tegas Sumono.
Hadir sebagai narasumber utama, Pengawas
Koperasi dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten
Ponorogo, Alan Dharlian, S.E., M.E. Dalam paparannya, Alan mengulas dua
kendala utama UMKM di daerah, yaitu pencatatan keuangan yang masih manual dan
minimnya kesadaran akan legalitas usaha.
Ia menekankan bahwa kepemilikan Nomor
Induk Berusaha (NIB) merupakan gerbang utama bagi UMKM untuk mengakses
berbagai program bantuan pemerintah, pembiayaan perbankan, hingga sertifikasi
halal.
"Di era digital, pencatatan
keuangan yang terstruktur dan terdigitalisasi memudahkan pelaku usaha memantau cash
flow. Selain itu, legalitas usaha memberi kepastian hukum, rasa aman, serta
meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal," terang Alan di
hadapan para peserta.
Sesi diskusi berlangsung interaktif.
Pelaku usaha dari berbagai sektor tampak aktif bertanya dan berkonsultasi.
Salah satunya adalah Mbah Damikun, pembuat keripik mbote (talas) khas
Wagir Lor, yang mengaku mendapat wawasan baru mengenai kemudahan pengurusan
izin.
"Selama ini kami hanya fokus pada
produksi dan belum paham cara mengurus perizinan atau memakai aplikasi
keuangan. Setelah menyimak penjelasan narasumber, saya paham betul bahwa
legalitas itu penting agar produk keripik mbote kami bisa menembus ritel
modern," ungkap Mbah Damikun.
Melalui program ini, Tim KPM
Persemakmuran Posko 1 Wagir Lor berharap para pelaku UMKM Desa Wagir Lor mampu
bertransformasi secara mandiri, baik dalam tata kelola keuangan modern maupun
kepatuhan administrasi, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif
dan berkelanjutan.
Penulis: Ahmad Zaini
Tag : Berita Terkini