LP2M UIN KHAS Jember Gelar Orientasi Anti Kekerasan Ajak Gen-Z Jadi Benteng Kampus Aman

Home >Berita >LP2M UIN KHAS Jember Gelar Orientasi Anti Kekerasan Ajak Gen-Z Jadi Benteng Kampus Aman
LP2M UIN KHAS Jember Gelar Orientasi Anti Kekerasan Ajak Gen-Z Jadi Benteng Kampus Aman
Preview

Jember – UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar Orientasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Acara yang berlangsung di Gedung BEC lantai 2 pada Selasa, 14 Oktober 2025, ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus.

Kegiatan menghadirkan dua pemateri, yakni Hj. Musliha Rofik, S.Ag., pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU, serta Uul Fathur Rahmah, S.HI., M.Kn., advokat dari H. Cholily and Partner Lawfirm. Keduanya mengulas strategi pencegahan dan mekanisme penanganan kasus kekerasan, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi di lingkungan kampus.

Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan akademik yang sehat dan aman. “Kami mendorong seluruh mahasiswa untuk mewujudkan kampus bebas kekerasan, kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala PSGA, Alfisyah Nur Hayati, M.Pd., menegaskan perlunya mahasiswa generasi Z untuk tampil sebagai garda terdepan. “Mahasiswa harus menjadi duta anti kekerasan, anti kekerasan seksual, dan anti bullying. Generasi Z memang cukup rentan, tetapi justru karena itu mereka harus menjadi benteng bagi diri sendiri dan lingkungan,” jelasnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Khoirul Faizin, M.Ag. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. “Sudah saatnya kampus kita wujudkan nir kekerasan dan ramah disabilitas. Dan yang tidak kalah penting, mahasiswa harus terus belajar sampai tuntas, karena pembelajaran sepanjang hayat adalah kunci menghadapi perubahan,” pesannya.

Dengan adanya orientasi ini, diharapkan mahasiswa UIN KHAS Jember tidak hanya memiliki kesadaran kritis terhadap isu kekerasan, tetapi juga mampu mengambil peran nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan berdaya dukung bagi seluruh civitas akademika.(dsk)

 


Tag :

Diposting Pada : 14 Oktober 2025, 18:28 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 159