LP2M UIN KHAS Jember Bekali 878 Mahasiswa KKN dengan Metodologi Pengabdian, Rektor Tekankan Spirit ABDI dan Kurikulum Cinta

Home >Berita >LP2M UIN KHAS Jember Bekali 878 Mahasiswa KKN dengan Metodologi Pengabdian, Rektor Tekankan Spirit ABDI dan Kurikulum Cinta
LP2M UIN KHAS Jember Bekali 878 Mahasiswa KKN dengan Metodologi Pengabdian, Rektor Tekankan Spirit ABDI dan Kurikulum Cinta
Preview

JEMBER – Sebanyak 878 mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Angkatan 3 Tahun 2025 mendapat pembekalan metodologi pengabdian sebelum diterjunkan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan yang digelar Selasa, 7 Oktober 2025, di Gedung BEC Lantai 1 ini menjadi momentum penting menyiapkan mahasiswa agar siap berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., dalam laporannya menyebutkan bahwa mahasiswa peserta KKN akan ditempatkan di 9 kecamatan di Kabupaten Jember, terbagi dalam 80 kelompok yang masing-masing didampingi oleh 80 dosen pembimbing lapangan (DPL). Setiap kelompok beranggotakan 10–11 mahasiswa.

“Pendekatan yang kita gunakan tetap ABCD (Asset Based Community Development) dan PAR (Participatory Action Research). Kami tekankan agar mahasiswa fokus pada satu program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Zainal juga menambahkan bahwa kegiatan KKN kali ini diarahkan untuk mendukung Asta Protas Kementerian Agama yang menekankan konsep ekoteologi dan kurikulum cinta. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga keselamatan di lokasi dan tidak berlibur ke daerah berisiko.

“KKN bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab akademik dan sosial mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni , S.Ag., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa menjadi mediator dan katalisator perubahan sosial melalui pendekatan ABDI — singkatan dari Afirmasi, Brive, Dedikatif, dan Inspiratif.

Menurut Prof. Hepni , tahap Afirmasi berarti mahasiswa hadir di tengah masyarakat untuk membangun silaturahmi dan menggali potensi lokal. Tahap Brive menuntut mahasiswa berani bersosialisasi, terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta peka terhadap permasalahan dini di masyarakat. Tahap Dedikatif mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan, membantu menggerakkan komunitas lokal yang mandiri. Sementara tahap Inspiratif menekankan pentingnya memilih program yang selektif dan berkelanjutan, agar hasil KKN bermakna bagi generasi berikutnya.

“Mahasiswa jangan hanya datang membawa program, tapi juga mendengar, memahami, dan menumbuhkan kesadaran bersama. Temuan di lapangan bisa menjadi bahan riset bahkan judul skripsi,” pesan Prof. Hepni .

Sebagai penutup, rektor mengingatkan agar seluruh peserta bekerja secara tim, melakukan survey awal, dan menanamkan nilai ekoteologi misalnya dengan menanam pohon atau mengembangkan kurikulum cinta di lembaga pendidikan tempat pengabdian.
Suasana hangat dan antusias tampak mewarnai kegiatan pembekalan, menandai dimulainya perjalanan mahasiswa UIN KHAS Jember menebar manfaat di tengah masyarakat.


Tag :

Diposting Pada : 7 Oktober 2025, 11:38 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 92