LP2M UIN KHAS Jember Selenggarakan Peningkatan Kapasitas Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat bagi Dosen

Jember (4–6 Oktober 2025) — Dalam rangka memperkuat peran dosen sebagai agen transformasi sosial dan memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat bagi Dosen. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Royal Jember dan diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN KHAS Jember.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program pengabdian masyarakat dosen agar lebih terarah, berdampak, dan berkelanjutan. Kegiatan diawali oleh sambutan Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.S.I., serta dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II UIN KHAS Jember.
Dalam sambutannya, Dr. Zainal Abidin menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya menjadi formalitas dari pelaksanaan tridharma, tetapi harus menjadi bentuk nyata kontribusi dosen dalam memajukan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap dosen memiliki metodologi yang tepat dalam melakukan pengabdian, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan program pengabdian dosen semakin berdampak dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan semangat agar dosen lebih serius dalam mengimplementasikan tridharma, khususnya dalam bidang pengabdian, sehingga penggunaan anggaran betul-betul fokus pada kegiatan yang kompetitif dan menghasilkan karya nyata berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutan Rektor UIN KHAS Jember, ditekankan bahwa esensi pengabdian harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang luhur. Rektor menegaskan enam poin penting sebagai arah dan landasan pengabdian di UIN KHAS Jember:
Dasa Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama yang menegaskan pentingnya ekoteologi sebagai kerangka membangun keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Care, memiliki kepedulian kuat masyarakat dan lingkungan.
Integrated, yakni pengabdian harus terintegrasi antara ilmu, riset, dan pemberdayaan masyarakat.
Novelity, setiap program harus menghadirkan inovasi baru yang menjawab tantangan zaman.
Transformation, kegiatan pengabdian mesti mampu mengubah cara berpikir dan pola hidup masyarakat menuju kemajuan yang berkeadilan.
Adaptability, dosen harus luwes dan mempermudah segala urusan demi kemaslahatan bersama.
Intinya, segala bentuk pengabdian yang berlandaskan cinta akan mengangkat derajat kemanusiaan dan mempertegas makna keberadaan seorang akademisi di tengah masyarakat.
Rektor menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, “Segalanya, jika bermuara pada pengabdian berbasis cinta, akan mengangkat derajat kemanusiaan. Cinta adalah sumber energi pengabdian yang sesungguhnya.”
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag. dan Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., keduanya dari UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Prof. Rubaidi menjadi pemateri pada hari pertama, sementara Prof. Evi menyampaikan materi pada hari kedua. Adapun narasumber pada hari ketiga adalah Ahmad Fauzi, M.Pd. dari UMM Malang yang memiliki 63 artikel jurnal terindeks Scopus.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif dan penyusunan rencana tindak lanjut pengabdian berbasis riset. Para dosen peserta menyambut antusias kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan guna memperkuat budaya akademik yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Tag : Lingkungan, Sosial, Komunitas