DARI KITAB KUNING KE SAINS MODERN: SEMINAR NASIONAL HARI SANTRI 2025 DI UIN KHAS JEMBER

Home >Berita >DARI KITAB KUNING KE SAINS MODERN: SEMINAR NASIONAL HARI SANTRI 2025 DI UIN KHAS JEMBER
DARI KITAB KUNING KE SAINS MODERN: SEMINAR NASIONAL HARI SANTRI 2025 DI UIN KHAS JEMBER
Preview

JEMBER – UIN KHAS Jember menyemarakkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Seminar Nasional Pemikiran Pesantren, Kamis (23/10/2025) di Gedung BEC Lantai 2. Acara mengangkat tema “Revitalisasi Peran Pesantren dalam Pembangunan Berkelanjutan: Peningkatan Kualitas SDM, Kepedulian Lingkungan, dan Kemandirian Ekonomi” dan diikuti 175 mahasiswa dari lima fakultas, mayoritas mahasantri dari berbagai angkatan.

Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang biasanya digelar di GKT, namun dialihkan ke Gedung BEC karena renovasi. “Tema yang diangkat sangat strategis. Dulu banyak anggapan bahwa pesantren hanya tradisional dan ketinggalan zaman, tapi sekarang banyak santri yang telah menempuh pendidikan sarjana, magister, bahkan doktor di pesantren,” ujarnya. Ia menekankan tiga isu penting: penguatan SDM pesantren, penguatan ekoteologi sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama, serta kemandirian ekonomi pesantren. Menurutnya, pesantren kini tidak lagi kumuh atau tertinggal, melainkan siap bersaing secara akademik dan sosial.

Seminar dibuka resmi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Husna Amal, M.Si., yang menyoroti pentingnya forum akademik ini sebagai ruang diskusi dan refleksi kritis bagi mahasiswa. “Di tengah tantangan global, nasional, maupun lokal, kita memiliki surplus dalam penguasaan ilmu agama. Namun, di bidang sains dan teknologi, kita masih tertinggal. Oleh karena itu, generasi Z diharapkan menjadi tulang punggung generasi emas, dengan keseimbangan antara religiusitas dan intelektualitas,” katanya.

Sementara itu, Kapus Pesantren, Gus Ahmad Badrus Sholihin, menambahkan, “Kami ingin santri melek literasi sains dan teknologi. Mereka mahir kitab kuning, memiliki keluhuran akhlak, namun juga mampu menguasai sains dan teknologi, sehingga cukup untuk menyandang ulul albab atau intelektual organik.” Pernyataan ini menegaskan upaya pesantren untuk membentuk santri yang religius sekaligus kompeten di era modern.

Narasumber seminar, Prof. Masdar Hilmiy, Ph.D., dan Dr. Achmad Maulani, diharapkan menjadi role model bagi mahasiswa, melalui jalur akademik maupun pengalaman pemberdayaan masyarakat. Seminar ini menjadi bagian dari strategi UIN KHAS Jember menggabungkan kegiatan ritual dan akademik, membentuk mahasiswa yang kritis, berdaya saing tinggi, dan mampu menjawab tantangan sosial modern.(dsk)


Tag :

Diposting Pada : 23 Oktober 2025, 11:45 | Oleh : Moh. Dasuki
Dilihat : 166