Akselerasi Ekonomi Desa: KKN UIN KHAS Jember Edukasi Pelaku UMKM Sumberanyar Manfaatkan QRIS dan NIB

Home >Berita >Akselerasi Ekonomi Desa: KKN UIN KHAS Jember Edukasi Pelaku UMKM Sumberanyar Manfaatkan QRIS dan NIB
Akselerasi Ekonomi Desa: KKN UIN KHAS Jember Edukasi Pelaku UMKM Sumberanyar Manfaatkan QRIS dan NIB
Preview

Media Center — Balai Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi tampak semarak pada Senin siang. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati lokasi untuk mengikuti sosialisasi dan pendampingan digitalisasi usaha yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 43 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Kabupaten Banyuwangi, yaitu Kepala Bidang Usaha Mikro Sri Lestari, serta dua pejabat teknis, Muhammad Soleh Kurniawan dan Ika Nurjana.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 43, Muh. Yusuf Ali Ahmadi, menjelaskan bahwa program ini diusung karena masih banyaknya pelaku usaha di Sumberanyar yang belum memiliki perizinan resmi. Padahal, pencatatan legalitas sangat krusial agar UMKM dapat mengakses program bantuan serta pembinaan dari pemerintah.

"Materi yang kami usung meliputi legalitas UMKM melalui pembuatan NIB, pemasaran digital agar produk mampu bersaing di era globalisasi, serta edukasi pembayaran digital melalui QRIS," ujar Ali.

Ali menegaskan, program pendampingan tidak berhenti pada sesi sosialisasi saja. Tim KKN Posko 43 akan terus mengawal para pelaku usaha secara intensif hingga proses pengurusan NIB, praktik pemasaran secara online, serta penggunaan QRIS selesai dilakukan.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) UIN KHAS Jember, Badrut Tamam, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini berfokus pada pemanfaatan aset, potensi, serta keterampilan yang telah dimiliki oleh komunitas lokal.

"Pendampingan ini penting agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan legalitas, pemasaran digital, dan sistem pembayaran modern untuk memperkuat ekonomi mereka. Peningkatan kapasitas ini diharapkan membuat UMKM lebih adaptif, memiliki daya saing tinggi, dan mampu memperluas jangkauan pasar," tutur Badrut Tamam.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop UMP Banyuwangi, Sri Lestari. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu pemerintah dalam menjangkau pelaku usaha di wilayah pelosok.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang membantu tugas kami mendampingi UMKM hingga ke pelosok desa," ungkap Sri Lestari.

Sri menargetkan tiga capaian utama dari kolaborasi ini: peningkatan jumlah UMKM berlegalitas, perluasan adopsi QRIS, dan penetrasi pasar digital. Dengan begitu, produk lokal Sumberanyar tidak hanya dikenal di tingkat desa, tetapi mampu menembus pasar provinsi hingga nasional.

Dukungan serupa disampaikan oleh perangkat Desa Sumberanyar, Kusnul Maisaroh. Ia menilai program ini memberikan dampak langsung bagi kemajuan perekonomian desa.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masih banyak pelaku UMKM di sini yang belum memahami digitalisasi. Semakin sering ada pendampingan seperti ini, semakin besar peluang usaha warga untuk berkembang dan membawa Desa Sumberanyar lebih maju," kata Kusnul.

Manfaat edukasi ini turut dirasakan langsung oleh peserta, salah satunya Ibu Citra. Ia mengaku kembali termotivasi untuk memanfaatkan transaksi digital setelah mendapatkan penjelasan teknis.

"Alhamdulillah, sekarang saya jadi lebih paham. Dulu saya sempat memakai QRIS, tetapi terhapus karena ponsel bermasalah. Setelah membeli ponsel baru nanti, insyaallah saya akan mengaktifkan kembali QRIS untuk usaha saya," tuturnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Muh. Yusuf Ali Ahmadi berharap pemerintah desa dapat melanjutkan estafet pendampingan ini secara berkelanjutan, bahkan setelah masa KKN berakhir.

"Proses digitalisasi UMKM membutuhkan waktu dan tidak bisa membuahkan hasil secara instan. Karena itu, kami berharap ada sinergi berlanjut dari pemerintah desa untuk meneruskan program ini," pungkas Ali.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, Diskop UMP Banyuwangi, dan para pelaku UMKM diharapkan menjadi langkah awal transformasi Desa Sumberanyar menuju ekosistem UMKM yang melek digital dan berdaya saing tinggi.

Penulis: Kelompok KKN Posko 43 UIN KHAS Jember Desa Sumberanyar


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 4 Agustus 2026, 21:57 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 151