Pertegas Identitas 'Moderat University', LP2M UIN KHAS Jember Tutup Orientasi Moderasi Beragama

Home >Berita >Pertegas Identitas 'Moderat University', LP2M UIN KHAS Jember Tutup Orientasi Moderasi Beragama
Pertegas Identitas 'Moderat University', LP2M UIN KHAS Jember Tutup Orientasi Moderasi Beragama
Preview

Media Center – Kegiatan Penguatan Orientasi Moderasi Beragama bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UIN KHAS Jember resmi ditutup hari ini. Acara yang berlangsung selama empat hari tersebut digelar mulai Kamis, 30 April hingga Minggu, 3 Mei 2026, bertempat di Hotel Fortuna Grande, Jember.

Sebanyak 38 peserta telah menyelesaikan seluruh rangkaian materi yang disusun secara intensif oleh panitia. Selama kegiatan, para peserta didampingi oleh dua fasilitator ahli dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI. dan Dr. Jamilah, M.A.

Dalam orientasi ini, para peserta dibekali dengan berbagai materi fundamental terkait moderasi beragama, di antaranya:

  • Konsep Moderasi Beragama versi Kementerian Agama.
  • Analisis Sosial terhadap dinamika kemasyarakatan.
  • Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia.
  • Strategi penguatan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan.

Dr. Ahmad Izzuddin mengapresiasi antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia mencatat betapa hidupnya suasana diskusi di setiap sesi materi.

"Meskipun terjadi diskusi yang tajam dan mendalam, suasana tetap harmonis. Tidak ada peserta yang merasa tersinggung karena besarnya semangat resolusi konflik yang dikedepankan," ungkap Dr. Izzuddin.

Lebih lanjut, Dr. Izzuddin menaruh harapan besar pada peran strategis UIN KHAS Jember. Sebagai lembaga yang memposisikan diri sebagai satu-satunya Moderat University, UIN KHAS diharapkan menjadi rumah moderasi yang inklusif dan mampu menjadi fasilitator dalam penyelesaian konflik umat beragama.

Upaya ini dimulai dengan menyiapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus agar menjadi garda terdepan atau pelopor moderasi beragama.

"ASN UIN KHAS Jember harus menjadi pelopor dengan mengedepankan dialog dan keberanian untuk membuka komunikasi. Dengan cara itulah, berbagai konflik keagamaan dapat diselesaikan dengan bijak," pungkasnya dalam penutupan acara.


Penulis : Nurul Yaqin

Editor : Moh. Nor Afandi


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 3 Mei 2026, 17:05 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 265