LP2M UIN KHAS Jember Akselerasi Jurnal ke Scopus

Home >Berita >LP2M UIN KHAS Jember Akselerasi Jurnal ke Scopus
LP2M UIN KHAS Jember Akselerasi Jurnal ke Scopus
Preview

BANYUWANGI – UIN KHAS Jember mulai tancap gas mengejar indeksasi jurnal bereputasi internasional. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), kampus ini menggelar pendampingan pengajuan jurnal ke Scopus di EL Hotel Banyuwangi, Rabu (6/5).

Sebanyak 17 pengelola jurnal dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Hadir sebagai narasumber Dr. Busro, S.Ud., M.Ag dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung serta Siti Mutrofin, S.Kom., M.Kom dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Kepala Pusat Jurnal dan Publikasi LP2M, Dr. Ri’ayatul Husnan, M.Pd.

Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menegaskan bahwa strategi kampus kini tidak lagi menambah jurnal baru. Fokus diarahkan pada penguatan kualitas jurnal yang sudah ada. “Saat ini kita punya sekitar 50 jurnal. Tidak ada penambahan baru di 2026–2027. Yang ada kita optimalkan agar bisa tembus Scopus,” tegasnya.

Dari puluhan jurnal tersebut, dua di antaranya disiapkan maju lebih dulu pada 2026, yakni JIER FTIK dan IJIL Pascasarjana. Sementara jurnal Al-’Adalah, An-Nisa’, dan Fenomena ditargetkan menyusul pada akhir tahun.

Dr.Zainal mengakui, pengelolaan jurnal selama ini masih banyak berjalan sendiri-sendiri. “Masih banyak yang single fighter. Karena itu perlu pendampingan serius seperti ini,” imbuhnya.

Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Husna Amal, S.Ag., M.Si., menyebut capaian akreditasi jurnal dalam dua tahun terakhir menjadi modal penting. “Kita sudah panen akreditasi unggul sejak 2023 hingga 2025. Tahun ini fokus kita penguatan menuju Sinta 1 atau 2 dan Scopus,” jelasnya. Menurut dia, akreditasi jurnal jauh lebih rumit dibandingkan akreditasi program studi. “Butuh konsistensi, review ketat, dan kerja tim yang kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., C.Pem., menegaskan bahwa indeksasi Scopus bukan sekadar urusan administratif.

“Kita tidak ingin jurnal hanya untuk kenaikan pangkat. Jurnal harus jadi market of ideas, jadi rujukan keilmuan,” tegasnya.

Ia berharap jurnal UIN KHAS mampu melahirkan gagasan besar seperti yang pernah ditawarkan Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo, Prof. Dr. Amin Abdullah, hingga Prof. Dr. Harun Nasution. “Dulu orang bangga tembus Mizan. Sekarang eranya jurnal. Ini yang harus kita kuasai,” tandasnya.

Pendampingan ini diharapkan menjadi pemicu percepatan transformasi jurnal UIN KHAS agar mampu bersaing di level internasional.(Dsk)



Tag :

Diposting Pada : 6 Mei 2026, 21:07 | Oleh : Moh. Dasuki
Dilihat : 400