Pembekalan KKN Tahap 2: Spirit Hari Santri untuk Pengabdian Masyarakat

Home >Berita >Pembekalan KKN Tahap 2: Spirit Hari Santri untuk Pengabdian Masyarakat
Pembekalan KKN Tahap 2: Spirit Hari Santri untuk Pengabdian Masyarakat
Preview

Media Center LP2M – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahap ke-2 Tahun 2026. Kegiatan pembekalan yang berlangsung secara bertahap dalam dua gelombang ini dipusatkan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai 3 UIN KHAS Jember.

Pembekalan gelombang pertama dengan fokus metode Asset Based Community Development (ABCD) dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026), disusul pembekalan gelombang kedua menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 1.075 mahasiswa dari berbagai program studi. Selama 40 hari ke depan, para peserta akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 35 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Jember.

Dalam penjelasannya, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menyampaikan bahwa penentuan dan pemetaan lokasi KKN difokuskan pada wilayah Kabupaten Jember—mencakup 10 kecamatan seperti Arjasa, Jenggawah, Pakusari, Mumbulsari, Panti, Sukowono, Rambipuji, hingga Umbulsari dengan total 70 desa—guna menjaga efisiensi pelaksanaan program pengabdian.

Dr. Zainal Abidin juga menekankan pentingnya pelibatan sosial (social engagement) selama di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk aktif berinteraksi serta berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat lokal.

"Mahasiswa harus aktif berbaur dan berdialog dengan masyarakat, bukan sekadar berdiam diri di posko atau membawa sikap elitis," tegasnya dalam laporan pelaksanaan.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Husna Amal, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk mandat negara sekaligus misi profetis atau suci ketuhanan untuk berkhidmat kepada masyarakat.

Mengaitkan dengan momentum historis, Prof. Amal mengajak para peserta mengambil inspirasi dari spirit Hari Santri dan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy'ari, serta meresapi makna lirik Mars UIN KHAS Jember tentang pengabdian tanpa kenal lelah.

"KKN diposisikan sebagai ruang kelas dan sekolah baru untuk mengasah kemampuan kepemimpinan serta belajar secara langsung dari realitas kehidupan masyarakat," ujar Prof. Amal.

Para peserta KKN dibekali dengan empat program prioritas utama, yakni penguatan moderasi beragama, penguatan ekologi, pengembangan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Pihak universitas mengingatkan mahasiswa agar tidak berambisi mengubah desa secara drastis, melainkan mengedepankan proses adaptasi dengan lingkungan sekitar serta tanggap mengatasi tantangan riil di lapangan, seperti keterbatasan akses air bersih. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembentukan jejaring sosial dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan peduli terhadap realitas sosial.

Penulis: Nurul Yaqin

Editor: Moh. Nor Afandi

 


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 22 Oktober 2026, 17:51 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 88