KKN BERDAMPAK, PEMERINTAH KECAMATAN WONGSOREJO SIAP LIBATKAN MAHASISWA UIN KHAS DALAM PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DESA

Home >Berita >KKN BERDAMPAK, PEMERINTAH KECAMATAN WONGSOREJO SIAP LIBATKAN MAHASISWA UIN KHAS DALAM PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DESA
KKN BERDAMPAK, PEMERINTAH KECAMATAN WONGSOREJO SIAP LIBATKAN MAHASISWA UIN KHAS DALAM PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DESA
Preview

BANYUWANGI – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember secara resmi melepas 180 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Kecamatan Wongsorejo, Kamis (2/7/2026), dan menjadi awal pelaksanaan KKN selama 40 hari.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Wongsorejo, Slamet Yatim, yang mewakili Camat Wongsorejo Moh. Mahfud, S.Sos., M.Si., perangkat dari 12 pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta jajaran Pengurus Fatayat NU Kecamatan Wongsorejo.

Sebanyak 180 mahasiswa, terdiri atas 133 mahasiswa perempuan dan 47 mahasiswa laki-laki, akan melaksanakan pengabdian di Desa Alasbuluh, Alasrejo, Bajulmati, Bangsring, Bengkak, Bimorejo, Sidodadi, Sidowangi, Sumberanyar, Sumberkencono, Watukebo, dan Desa Wongsorejo.

Program KKN tahun ini menggunakan dua pendekatan utama, yakni Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR). Kedua pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan dengan mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong partisipasi warga dalam setiap proses pemberdayaan.

Mewakili Kepala LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Dasuki, M.Pd.I., secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada Pemerintah Kecamatan Wongsorejo. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Kepala LP2M berhalangan hadir akibat agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Dalam sambutannya, Dasuki menyampaikan bahwa mahasiswa KKN bukan sekadar datang menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi mitra masyarakat dalam membangun desa.

"Hari ini kami menitipkan 180 mahasiswa kepada Bapak dan Ibu semua. Ibarat prosesi unduh mantu, kami pasrahkan mereka kepada masyarakat Wongsorejo. Mereka tidak datang membawa uang ataupun semen untuk membangun desa, tetapi membawa ilmu, gagasan, tenaga, dan semangat untuk bersama-sama membangun desa selama 40 hari ke depan," ujarnya.

Menurut Dasuki, sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh mahasiswa telah memperoleh pembekalan intensif mengenai metode pemberdayaan masyarakat berbasis aset (ABCD) dan penelitian aksi partisipatif (PAR). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan yang telah dirancang dari kampus.

"Kami berharap mahasiswa mampu menggali potensi yang telah dimiliki desa, kemudian mengembangkannya bersama masyarakat. Jika selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan ataupun kekeliruan, kami mohon agar pemerintah desa maupun masyarakat berkenan memberikan arahan karena proses ini juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Wongsorejo, Slamet Yatim, menyambut positif kehadiran mahasiswa UIN KHAS Jember. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa, terutama dalam bidang perencanaan pembangunan dan pengembangan potensi lokal.

Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Wongsorejo saat ini sedang mendorong penyusunan naskah akademik sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa. Karena itu, ia berharap mahasiswa KKN dapat ikut memberikan dukungan melalui kajian ilmiah dan pendampingan kepada pemerintah desa.

"Saya justru tertarik mempelajari pendekatan ABCD karena menurut saya ini merupakan konsep yang sangat baik untuk pemberdayaan masyarakat. Kami memiliki program penyusunan naskah akademik bagi desa-desa di Kecamatan Wongsorejo. Mudah-mudahan mahasiswa dapat membantu pemerintah desa dalam proses tersebut," ujarnya.

Selain itu, Slamet menilai Kecamatan Wongsorejo memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan sumber daya masyarakat yang masih memerlukan penguatan promosi serta strategi pengembangan yang berkelanjutan.

"Kami memiliki banyak destinasi wisata dan potensi lokal yang perlu diperkenalkan lebih luas melalui branding yang baik. Kami berharap mahasiswa dapat memberikan ide-ide kreatif sehingga potensi desa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaan KKN ini, mahasiswa didampingi oleh 12 dosen pembimbing lapangan yang akan melakukan pembinaan di masing-masing desa. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan program kerja berjalan sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan luaran pengabdian yang berdampak.

Melalui program KKN berbasis pemberdayaan ini, UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memperkuat kapasitas desa, mengembangkan potensi lokal, serta membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan.dsk


Tag :

Diposting Pada : 2 Juli 2026, 21:31 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 143