Dua Dekade Eksistensi Tahu Barokah di Mata Mahasiswa KKN UIN KHAS

Home >Berita >Dua Dekade Eksistensi Tahu Barokah di Mata Mahasiswa KKN UIN KHAS
Dua Dekade Eksistensi Tahu Barokah di Mata Mahasiswa KKN UIN KHAS
Preview

Media Center – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melakukan eksplorasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kali ini, sasaran kunjungan tertuju pada unit usaha produksi tahu milik Sofyan Hadi yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Senin (2/11).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa menggali secara mendalam perihal sejarah berdirinya usaha, siklus produksi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pemilik dalam menjaga kelangsungan bisnisnya di era pergeseran pasar saat ini.

Pemilik usaha, Sofyan Hadi, mengungkapkan bahwa usaha yang diberi nama Tahu Barokah ini sudah ia rintis sejak 2002. Keberadaan unit usaha ekonomi warga ini pun telah menginjak usia lebih dari dua dekade.

"Saya mulai merintis usaha tahu ini sebelum menikah pada tahun 2002. Setelah menikah, usaha ini kemudian terus dikembangkan bersama istri," ujar Sofyan saat diwawancarai mahasiswa KKN Kelompok 13.

Dalam sekali proses pengerjaan, Tahu Barokah menghabiskan sekitar 3 kilogram kedelai sebagai bahan baku utama. Aktivitas pengerjaan dimulai pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sedangkan proses pemasaran dan penjualan dilakukan pada pagi hari berikutnya, mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Dalam sepekan, rumah produksi ini beroperasi selama enam hari dan meliburkan aktivitas pada hari Jumat.

Untuk menjamin kualitas dan memberikan rasa aman bagi konsumen, Tahu Barokah juga telah mengantongi sertifikat halal. Sertifikasi ini menjadi modal utama Sofyan dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah ketatnya persaingan industri olahan pangan serupa.

Kendati demikian, dinamika pasar tetap menjadi tantangan yang tak terelakkan. Sofyan mengaku mulai merasakan adanya penurunan volume penjualan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apabila dahulu proses pembuatan tahu bisa berlangsung hingga malam hari guna memenuhi tingginya permintaan pasar, kini aktivitas produksi cukup diselesaikan sampai sore hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 13 UIN KHAS Jember mendapatkan gambaran riil lapangan mengenai manajemen produksi serta dinamika daya tahan UMKM pedesaan. Langkah eksplorasi ini diharapkan tak sekadar menjadi sarana pembelajaran akademis, namun juga mampu mendorong skema pendampingan pemasaran guna menyokong keberlanjutan potensi ekonomi lokal di Desa Kemuningsari Lor.

Penulis: Hidayat Norwahit

Posko: Posko 13

 


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 5 November 2026, 11:24 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 35