Bawa Metode Biopori, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Kompos Organik

Home >Berita >Bawa Metode Biopori, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Kompos Organik
Bawa Metode Biopori, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Kompos Organik
Preview

Media Center – Tumpukan limbah kulit kopi yang selama ini membebani lingkungan pekarangan warga di Dusun Gumukcandi, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kini mulai dimaksimalkan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengenalkan pengolahan limbah kopi menjadi kompos organik memanfaatkan metode lubang resapan biopori pada Juli 2026.

Inisiatif berbasis potensi lokal ini hadir lantaran Dusun Gumukcandi dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi di wilayah Songgon. Saat musim panen tiba, limbah kulit kopi melimpah ruah. Sayangnya, warga biasanya hanya menumpuknya begitu saja di bawah tegakan pohon durian atau alpukat tanpa diolah terlebih dahulu.

Melihat fenomena tersebut, para mahasiswa KKN Posko 25 berkolaborasi dengan warga setempat dan komunitas Bolo Kopi untuk menggarap solusi praktis pengolahan limbah.

Teknisnya, pembuatan lubang resapan biopori dilakukan di area pekarangan dan lahan pertanian warga. Kulit kopi dimasukkan ke dalam lubang, lalu dicampur dengan bahan organik pendukung seperti daun kering dan sisa sampah dapur guna mempercepat proses dekomposisi alami.

"Metode ini kami pilih karena tergolong murah, mudah diterapkan masyarakat, sekaligus memiliki nilai ekologis tinggi untuk merawat daya serap air dan struktur tanah," ujar Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN KHAS Jember 2026, Andri Wahyu Ainul Yakin.

Andri menambahkan, kegiatan tersebut tak sekadar berorientasi pada pembersihan limbah, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian ramah lingkungan. Kulit kopi yang semula terbuang kini bisa diubah menjadi sumber nutrisi tanah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis bagi petani.

Selama agenda berlangsung, mahasiswa turut membekali warga mengenai tahapan fermentasi kompos, perawatan lubang biopori, hingga teknik pemanenan hasil. Warga pun tampak antusias mempraktikkan langsung pembuatan biopori dari awal hingga pengisian bahan organik.

Dukungan juga mengalir dari komunitas Bolo Kopi. Pemanfaatan limbah ini dinilai menjadi terobosan aplikatif yang membantu petani memproduksi pupuk organik secara mandiri sembari menjaga kebersihan lingkungan desa.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN UIN KHAS Jember berharap pengolahan limbah kulit kopi berbasis biopori dapat terus direplikasi warga Dusun Gumukcandi secara berkelanjutan, bahkan setelah masa pengabdian kampus usai.

Penulis: Andri Wahyu Ainul Yakin (Posko 25)

 


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 24 Juli 2026, 07:53 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 129