PSGA UIN KHAS Jember Gelar Peningkatan Kapasitas Gender Mainstreaming Struktural

Jember, 17 September 2025 — Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar acara Peningkatan Kapasitas Gender Mainstreaming Struktural pada Rabu (17/9/2025) di Gedung BEC UIN KHAS Jember. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN KHAS Jember sebagai upaya memperkuat pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan kampus.
Ketua PSGA UIN KHAS Jember, Alfisyah Nur Hayati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pemahaman dan implementasi PUG di perguruan tinggi. “Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan PUG di UIN serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih kuat terkait pengarusutamaan gender,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini agar sikap dan perilaku warga kampus lebih proporsional antara laki-laki dan perempuan. Ia juga menekankan bahwa LP2M memfasilitasi kegiatan riset dan pengabdian dengan topik gender dan difabel sebagai upaya memperkuat kapasitas dosen maupun mahasiswa di berbagai bidang.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi dalam membangun paradigma keadilan dan kesetaraan gender di kampus. “Ini merupakan kegiatan mendasar bagi penguatan isu gender, baik dari sisi why of thinking maupun why of feeling. Harapannya, akan terjadi pengembangan dan pemahaman yang lebih komprehensif terkait gender di lingkungan akademik,” tutur Rektor.
Sementara itu, salah satu pemateri, Dr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos., MA., menyoroti realitas isu gender di perguruan tinggi dan dunia kerja. “Jika dibandingkan, perguruan tinggi umum relatif lebih liberal dalam memandang isu gender. Namun, di Indonesia, meskipun 56% ASN adalah perempuan, posisi mereka masih banyak berada di level terendah. Pemahaman terkait pengarusutamaan gender pun masih minim, sehingga gender mainstreaming tetap menjadi agenda penting,” jelasnya.
Kegiatan ini juga disambut positif oleh mahasiswa UIN KHAS Jember. Salah seorang peserta, Ricca Rahim, mengungkapkan, “Saya mendapatkan ilmu baru terkait gender. Harapannya, PSGA semakin maju dan sering mengadakan acara seperti ini, khususnya bagi mahasiswa,” katanya.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, yang diharapkan dapat memperkuat langkah UIN KHAS Jember dalam mewujudkan kampus yang inklusif, adil gender, dan responsif terhadap isu-isu kesetaraan. (Ika)
Tag :