LP2M UIN KHAS Jember Gembleng Dosen Tembus Jurnal Scopus

BATU – Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember terus tancap
gas meningkatkan mutu riset dan publikasi para dosennya. Selasa (11/9),
bertempat di Hotel Zam-Zam Kota Batu, pusat penelitian LP2M menggelar pelatihan
penulisan artikel jurnal internasional bereputasi.
Kegiatan yang
diikuti 40 peserta itu berlangsung selama tiga hari penuh. Sebanyak 37 dosen
dan tiga panitia ikut ambil bagian dalam pelatihan yang menghadirkan pakar
publikasi ilmiah, Dr. Jumintono SJS, M.Pd., dari Rumah Scopus—lembaga
pendamping publikasi yang dikenal jitu mengantarkan banyak dosen tembus jurnal
bereputasi.
Dalam
sambutannya, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si.,
menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Dasa Cita
Rektor, khususnya poin ketujuh yang berfokus pada rekognisi dan reputasi
internasional dosen, mahasiswa, dan lembaga. Ia menyampaikan bahwa perjalanan
dari Jember ke Kota Batu bukan sekadar formalitas kegiatan, tetapi merupakan
langkah nyata untuk belajar langsung dari pakarnya dalam mempercepat proses
publikasi di jurnal bereputasi seperti Scopus.
“Kita jauh-jauh
dari Jember ke Kota Batu dengan satu niatan: belajar bersama-sama pada pakarnya
tentang cara tercepat menulis artikel yang bisa tembus publikasi Scopus. Dari
total 40 peserta, 21 di antaranya bergelar doktor, sisanya kandidat doktor.
Sebagian sedang berjuang menuju guru besar, sebagian lagi menyiapkan diri ke
lektor kepala,” ujar Dr. Zainal Abidin.
Ia menambahkan, LP2M menghadirkan Dr. Jumintono SJS, M.Pd., yang dikenal
luas karena telah banyak membantu dosen-dosen menjadi guru besar melalui
pendampingan publikasi ilmiah. “Beliau sangat berpengalaman dalam memetakan
jalan cepat dan efektif untuk publikasi di Scopus. Maka dari itu, tepat sekali
jika kita belajar langsung dari beliau dan tim Rumah Scopus,” imbuhnya.
Sementara itu,
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dalam
arahannya menekankan pentingnya karya ilmiah sebagai cerminan pemikiran besar
dan kontribusi nyata dosen terhadap masyarakat. Menurutnya, publikasi ilmiah
bukan sekadar tuntutan akademik, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan solusi
dan kejernihan di tengah derasnya arus informasi yang seringkali bias.
“Yang ditunggu
dari dosen itu adalah karya ilmiah pikiran besar dan cerdas yang bisa membuka
jalan bagi penyelesaian problem di masyarakat. Dosen harus mampu melahirkan dua
hal: pertama, artikel yang membuka pandora solusi; dan kedua, tulisan yang
mampu menjernihkan informasi yang terpolarisasi,” ungkapnya.Prof. Hepni juga
menegaskan pentingnya produktivitas publikasi bagi dosen Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ia berharap setiap dosen memiliki karya baru
setiap tiga hingga enam bulan, baik di jurnal nasional terakreditasi Sinta
maupun jurnal internasional bereputasi.“Tulisan di jurnal ilmiah itu lebih
dahsyat dari pada buku. Di era 80-an, kepakaran dikenal dari buku-buku tokoh
seperti Komaruddin Hidayat atau Nurcholish Madjid. Kini, kepakaran akademik
terlihat dari paper dan publikasi dosennya,” tegas Rektor.
Kepala Pusat
Penelitian Dr.Moh.Dasuki,M.Pd.I dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa
kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi lembaga dalam meningkatkan
kualitas luaran penelitian dosen. Pusat penelitian, kata dia, berkomitmen
memastikan setiap penelitian baik yang
bersumber dari dana mandiri, BOPTN, maupun BLU memiliki luaran berupa artikel
yang dapat menembus jurnal Sinta 2 atau Scopus.
“Kami sangat
berkepentingan agar hasil penelitian dosen tidak berhenti pada laporan, tapi
menghasilkan publikasi yang berdampak bagi pembelajaran dan masyarakat. Kepala
Pusat Jurnal dan Publikasi LP2M juga telah menyiapkan insentif bagi dosen yang
berhasil menulis dan mempublikasikan artikelnya,” ujarnya.Ia menambahkan,
kehadiran tim Rumah Scopus diharapkan dapat memberikan strategi praktis,
panduan teknis, serta motivasi bagi para dosen untuk meningkatkan produktivitas
dan kualitas tulisan ilmiah mereka.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam penulisan artikel ilmiah, tetapi juga memperkuat budaya riset dan publikasi di lingkungan UIN KHAS Jember. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong dosen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya yang diakui secara internasional.(Ilm)
Tag :