Usung Misi Ekoteologi, Mahasiswa UIN KHAS Jember Siap Ikuti KKN Nusantara 2026

Media
Center – Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi KKN Nusantara 2026 di Horison
Ultima Ratu, Serang, Senin–Rabu (11–13/5/2026). Tahun ini, Universitas Islam
Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi ditunjuk sebagai tuan
rumah.
Program
pengabdian kolaboratif ini akan melibatkan 260 mahasiswa dari berbagai
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Para peserta
direncanakan akan terjun langsung ke Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak,
dengan fokus utama pada pola kehidupan masyarakat adat Baduy.
Kepala
Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenag, Nur Khafid, menegaskan
bahwa KKN Nusantara kali ini mengusung pendekatan ekoteologi. Tema ini dipilih
untuk menyelaraskan program dengan Asta Cita (Asta Protas) Kementerian
Agama yang menekankan harmoni antara agama dan pelestarian alam.
"Mahasiswa
tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi juga belajar bagaimana hidup
berdampingan dengan masyarakat dan alam melalui tradisi yang selama ini dijaga
oleh warga Baduy," ujar Khafid dalam arahannya.
Selain
fokus pada pelestarian tradisi, forum rakor ini juga mengidentifikasi sejumlah
isu strategis yang akan menjadi sasaran program, di antaranya Pengelolaan
sampah yang berkelanjutan, Peningkatan literasi Masyarakat, Edukasi kesehatan
lingkungan.
Dr.
Mohammad Zaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Pusat Pengabdian LP2M UIN Kiai Haji
Achmad Siddiq (KHAS) Jember yang hadir dalam rapat tersebut, menyatakan
dukungannya terhadap pemilihan lokasi di Baduy. Menurutnya, masyarakat Baduy
adalah mitra yang tepat untuk mendalami konsep ekoteologi secara praktis.
"Saya
berharap mahasiswa memanfaatkan betul momen KKN Nusantara ini dengan menyerap
ilmu sebanyak mungkin. Baduy memiliki nilai luar biasa terkait hidup sederhana
dan cara mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi," ungkap Zaini.
Ia
menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa UIN KHAS
Jember untuk memberikan gagasan solutif atas permasalahan riil yang dihadapi
masyarakat setempat tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Penulis
: Nurul Yaqin
Editor
: Moh. Nor Afandi
Tag : Berita Terkini