Tuntas 35 Hari KKN Kolaboratif, Gus Fawait Puji Etos Kerja Mahasiswa

Media Center – Suasana Alun-Alun Jember mendadak riuh
penuh khidmat pada Senin (24/8) sore. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi resmi ditarik dari lokasi pengabdian masyarakat dalam penutupan KKN
Kolaboratif Ke-5 Tahun 2026 yang dirangkai dengan agenda Ngaji Kebangsaan
peringatan HUT ke-81 RI.
Di antara deretan kontingen, sebanyak
311 mahasiswa UIN KHAS Jember dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
serta Fakultas Syari’ah turut mengakhiri masa pengabdian mereka yang telah
berlangsung sejak 19 Juli 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait,
memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kiprah seluruh mahasiswa. Sosok
yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menegaskan rasa bangganya atas etos kerja
peserta yang dinilai sukses menjaga nama baik almamater dan berjalan mulus
tanpa memicu gejolak di masyarakat.
"Sebagai mantan aktivis kampus saat
menempuh studi S1, saya menyoroti capaian teknis para mahasiswa. Salah satu
tugas krusial, yakni pendataan Desil 2, berhasil dirampungkan hingga 85 persen
dengan pendekatan yang santun, tenang, dan tanpa riuh provokatif di media
sosial," ujar Gus Fawait. Menurutnya, kerja nyata di tingkat akar rumput
ini menjadi langkah konkret pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember maupun
secara nasional.
Dalam laporan Dr. Siti Roudlotul
Hikamah, M.Kes. selaku PIC KKN Kolaboratif, 3 program mandatori utama berhasil
dieksekusi selama 35 hari pelaksanaan, yakni Verval Desil 2, Pengelolaan
Sampah, dan program VIOLA (Virtual Office Layanan Peserta) BPJS Kesehatan.
Untuk Verval Desil 2, mahasiswa berhasil
memverifikasi sebanyak 102.370 data dari target 120.124 (capaian 85,22%). Sisa
14,78% atau 17.754 data diserahkan kembali ke Pemkab lantaran kendala
keterbatasan waktu serta persoalan administratif seperti alamat RT 0 dan RW 0
yang tidak jelas di lapangan.
Sementara pada sektor lingkungan, aksi
nyata ditunjukkan melalui koordinasi dengan Forum Bank Sampah di 129
desa/kelurahan. Hasilnya, mahasiswa sukses membentuk 8 bank sampah baru dan
menggelar sosialisasi di 36 desa. Tak hanya itu, berbagai inovasi daur ulang (recycle)
lahir dari tangan dingin mahasiswa, mulai dari pembuatan sabun minyak jelantah,
ecoenzim kulit buah, pupuk organik cair, pembuatan biopori, hingga
tempat sampah terpilah dari galon bekas.
Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal
Abidin, M.Si., menegaskan bahwa KKN Kolaboratif telah membuktikan bahwa batas
antar-institusi bukan lagi penghalang untuk menebar manfaat.
"Ribuan mahasiswa dari berbagai
kampus mampu menyatukan ide, ilmu, dan tenaga untuk turun langsung
menyelesaikan persoalan riil masyarakat Jember. Mengabdi di tengah masyarakat
memberikan ruang belajar yang tidak ada di ruang kelas. Pengalaman ini membentuk
empati, kepemimpinan, dan kematangan berpikir yang menjadi modal utama dalam
menghadapi tantangan dunia profesional," tutur Dr. Zainal Abidin.
Penulis : Nurul Yaqin
Editor : Moh. Nor Afandi
Tag : Berita Terkini