Gagas "Jariyah Sampah" Berbasis Ekoteologi, Mahasiswa UIN KHAS Jember Beraksi di Banyuwangi

Home >Berita >Gagas "Jariyah Sampah" Berbasis Ekoteologi, Mahasiswa UIN KHAS Jember Beraksi di Banyuwangi
Gagas "Jariyah Sampah" Berbasis Ekoteologi, Mahasiswa UIN KHAS Jember Beraksi di Banyuwangi
Preview

Media Center — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat bertajuk "Jariyah Sampah" di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya di RT 003 RW 001 Dusun Kebunrejo, mahasiswa Posko 50 KKN UIN KHAS Jember berkolaborasi dengan Remaja Masjid (Remas) Jami’ Baiturrohman serta Comunitas Orang Baik Era Halusinasi (COBEH)—organisasi kepemudaan dan lintas usia di dusun setempat.

Melalui program "Jariyah Sampah", warga diajak untuk menyumbangkan sampah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dijual. Seluruh hasil penjualan disalurkan ke kas Masjid Jami’ Baiturrohman untuk membiayai perbaikan fasilitas ibadah serta fasilitas umum, seperti pembenahan kamar mandi masjid dan pengadaan penerangan jalan umum.

Koordinator Desa KKN UIN KHAS Jember, Nurul Anam, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah, tetapi juga menerapkan prinsip ekoteologi dalam Islam.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan bersih, sekaligus mencegah dampak negatif seperti banjir dan polusi. Kami berharap program ini menciptakan lingkungan yang nyaman dan mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar Anam.

Program yang direncanakan berjalan rutin setiap hari Minggu ini memulai gelombang pertamanya pada Minggu (19/7/2026). Pada pekan perdana pelaksanaannya, antusiasme warga tergolong tinggi. Panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 233,5 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan total penjualan mencapai Rp425.200,00.

Pengurus organisasi COBEH, Anshori, mengapresiasi capaian awal tersebut dan memastikan bahwa program "Jariyah Sampah" tidak akan berhenti saat masa pengabdian mahasiswa KKN berakhir.

"Hasil dari program ini nantinya digunakan untuk mendukung kemakmuran Masjid Baiturrohman dan lingkungan sekitarnya. Meskipun baru minggu pertama, hasilnya sudah sangat memuaskan," kata Anshori.

Anshori menambahkan, program ini akan didampingi oleh mahasiswa KKN selama empat minggu ke depan. Selanjutnya, pengolahan dan pengelolaan "Jariyah Sampah" akan diteruskan secara mandiri oleh pengurus REMAS dan COBEH agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.

Para mahasiswa KKN pun berharap model pengelolaan sampah berbasis komunitas ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai solusi menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri.

Penulis : Sayu Ilmika (Posko 50)


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 24 Juli 2026, 09:02 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 299