Bukan Mau Ngajak Nikah, Rektor UIN KHAS Jember Minta Mahasiswa KKN Pegang Teguh Prinsip 'KUA'

Media Center
– Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember
memberikan pembekalan dan arahan strategis kepada seluruh mahasiswa yang akan
diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Dalam arahannya,
Rektor menekankan pentingnya kesiapan mental, intelektual, dan spiritual agar
kehadiran mahasiswa mampu memberikan dampak vital serta perubahan nyata bagi
kemajuan desa.
Menariknya,
Rektor memperkenalkan sebuah akronim khusus sebagai kompas pergerakan mahasiswa
di lokasi pengabdian, yaitu Prinsip KUA. Rektor menegaskan bahwa
"KUA" yang dimaksud bukanlah Kantor Urusan Agama, melainkan tiga
pilar utama: Kontributif, Unggul, dan Adaptif.
Berikut adalah
penjelasan detail mengenai ketiga prinsip tersebut:
- Kontributif (K): Mahasiswa diwajibkan
memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat mengurai dan
menemukan solusi atas permasalahan riil di pedesaan. Mengingat
keterbatasan waktu pelaksanaan KKN, mahasiswa dituntut jeli memilih
masalah prioritas—baik di bidang pengembangan masyarakat, budaya,
pendidikan, maupun ekonomi—untuk diformulasikan menjadi program kerja yang
efektif.
- Unggul (U): Setiap mahasiswa harus membawa
keunggulan dan spesialisasi sesuai dengan bidang keilmuan atau program
studi (prodi) masing-masing. Kontribusi yang diberikan wajib berbasis
kepakaran tersebut, di mana kelebihan ilmu yang dimiliki didistribusikan
kepada masyarakat, sementara kelemahan yang ada diatasi secara
kolaboratif.
- Adaptif (A): Prinsip ini menekankan kelenturan
mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan pedesaan yang
karakternya berbeda jauh dengan suasana perkotaan. Mahasiswa diharapkan
mampu menyatu dengan masyarakat desa yang kental dengan nilai kemurnian
dan kejujuran.
"Jangan
pernah bersikap menggurui. Datanglah untuk berkolaborasi, melebur dengan warga,
dan bersama-sama mendorong pemberdayaan serta perubahan pola pikir masyarakat
ke arah yang lebih maju," pesan Rektor.
Lebih lanjut,
Rektor mengingatkan bahwa tantangan dan dinamika yang akan ditemui di lapangan
jangan dijadikan beban, melainkan harus dilihat sebagai proses pendewasaan diri
demi mencapai hasil pengabdian yang bermakna.
Sebagai poin
paling mendasar, Rektor menginstruksikan dengan tegas agar seluruh peserta KKN
selalu menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah di atas kecerdasan
intelektual. Kecerdasan akademis tidak akan berarti apa-apa di tengah
masyarakat jika tidak dibersamai dengan perilaku yang santun dan menghormati
kearifan lokal.
Penulis : Nurul
Yaqin
Editor : Moh.
Nor Afandi
Tag : Berita Terkini