Akademisi UIN KHAS Jember Tampil di Forum Nasional IKRAR Bahas Hilirisasi Riset Internasional

Jember – Selama bulan Ramadan 2026, Direktorat
Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI menghadirkan
ruang akademik nasional yang mempertemukan gagasan, riset, dan inovasi dari
kampus-kampus Islam di Indonesia. Kegiatan ini dikemas dalam program Inovasi, Kajian, dan Riset Akademik Ramadan (IKRAR) PTKI
2026.
Pada pelaksanaan IKRAR ke-VII, Selasa (9/3/2026), Diktis Kementerian Agama RI
menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr.Wildani Hefni, MA (Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji
Achmad Siddiq Jember) dan Nurdin
(Direktur Pascasarjana UIN Datokarama Palu). Keduanya membahas tema “Dari Manuskrip ke Masyarakat: Hilirisasi Riset PTKI
sebagai Basis Kebijakan dan Transformasi Sosial Keagamaan (Best Practice
Kolaborasi Riset Internasional)”.
Kegiatan ini dibuka
oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag.Dalam
arahannya, ia menegaskan arah baru pengembangan riset di lingkungan perguruan
tinggi keagamaan Islam yang harus berfokus pada dampak langsung bagi
masyarakat, tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah.
“Riset dan hasil
pengabdian PTKIN harus menjawab kebutuhan masyarakat. Meskipun publikasi
penting, prioritas utama adalah kemanfaatan hasil penelitian dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah paradigma agar riset
di lingkungan Ditjen Pendis Kemenag RI lebih relevan, aplikatif, dan dirasakan
manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Sementara itu,
Kasubdit Penelitian Ditjen Pendis Dr.
Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc. menjelaskan bahwa program IKRAR diposisikan
sebagai mimbar intelektual yang mempertemukan riset, kebijakan, dan praktik
akademik. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Forum Kepala Pusat
Penelitian (Kapuslit), Forum Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM),
Forum Kepala Pusat Publikasi Ilmiah (PPI), serta Forum Kepala Pusat Studi
Gender dan Anak (PSGA).
Dalam paparannya, Wildani Hefni mempresentasikan hasil riset
sekaligus pengalaman penelitian yang pernah ia lakukan di Vienna, Austria,
bekerja sama dengan Research Center of
Religion and Transformation in Contemporary Society (RaT), University
of Vienna.
Salah satu poin
penting yang disampaikan adalah mengenai hilirisasi riset.
Menurutnya, untuk mempercepat hilirisasi produk inovatif, riset kolaboratif
internasional dapat dijalankan melalui skema matching
fund, yang tidak hanya memperluas jejaring global tetapi juga
meningkatkan kualitas riset.
“Skema ini mendorong
capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang di dalamnya
memfasilitasi pertukaran keahlian, memperluas jejaring riset internasional,
sekaligus meningkatkan reputasi melalui publikasi internasional. Karena itu,
yang harus dimatangkan adalah fokus pada hilirisasi hasil riset dan
pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Pandangan serupa
juga disampaikan Prof.Dr.H.Nurdin,Ph.D Direktur Pascasarjana UIN
Datokarama Palu. Ia menekankan pentingnya pendekatan strategis dalam membangun
kolaborasi riset internasional, mulai dari peningkatan kompetensi akademik,
kemampuan komunikasi lintas budaya, pembangunan global mindset,
penguasaan teknologi, hingga penyusunan portofolio riset yang kuat.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si.,
turut mengapresiasi keterlibatan akademisi UIN KHAS Jember dalam forum nasional
tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuh kepada Dr.
Wildani Hefni, M.A. agar terus berkontribusi secara lebih luas
dalam pengembangan riset keislaman dan kolaborasi akademik di masa mendatang.
Menurutnya,
partisipasi dosen UIN KHAS Jember dalam forum ilmiah nasional maupun
internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset kampus
sekaligus meningkatkan reputasi akademik institusi. LP2M, lanjutnya, akan terus
mendorong para dosen untuk aktif berkontribusi dalam berbagai forum akademik
serta mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat.
Tag :