Pustren UIN KHAS Jember dan BNN Siapkan Halaqah Kepesantrenan Se-Jawa Timur, Angkat Isu Perdamaian Global

Home >Berita >Pustren UIN KHAS Jember dan BNN Siapkan Halaqah Kepesantrenan Se-Jawa Timur, Angkat Isu Perdamaian Global
Pustren UIN KHAS Jember dan BNN Siapkan Halaqah Kepesantrenan Se-Jawa Timur, Angkat Isu Perdamaian Global
Preview

Media Center - Gelombang kebangkitan peran pesantren dalam merespons isu-isu global kian menguat. Pusat Studi Pesantren (Pustren) LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember bersama Organisasi Bu Nyai Nusantara (BNN) resmi mematangkan langkah besar melalui Rapat Koordinasi yang digelar pada Rabu, 8 April 2026 di Cafe Dira Argopuro Jember. Agenda ini menjadi titik awal menuju perhelatan akbar Halaqah Kepesantrenan se-Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung awal Mei mendatang. 

Halaqah ini di agendakan akan melibatkan seluruh bu nyai pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur dalam wadah organisasi BNN yang merupakan bentukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI). BNN ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat peran pesantren khususnya kepemimpinan bu nyai dalam merespons konstelasi global dan mendorong narasi perdamaian dunia.

Kepala Pusat Studi Pesantren LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah sadar untuk menghadirkan dampak yang lebih luas.

“Pustren sengaja menggandeng BNN untuk mengadakan kegiatan bersama sebagai kolaborasi positif yang berdampak, khususnya dalam konteks bagaimana pesantren merespons konstelasi global dan turut berkontribusi dalam membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Menurutnya, halaqah ini tidak sekadar menjadi forum seremonial, tetapi juga ruang dialektika gagasan dan penguatan jejaring antar bu nyai dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Peran bu nyai dinilai sangat vital, tidak hanya dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga dalam membentuk narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan global.

Menariknya, dalam pelaksanaan nanti, halaqah ini juga akan menghadirkan nuansa internasional yang kuat. Dr. Afandi menambahkan bahwa acara ini akan dimeriahkan dengan parade serta ikrar perdamaian yang dibawakan oleh mahasiswa internasional UIN KHAS Jember yang berasal dari berbagai negara seperti Thailand, Bangladesh, Nigeria, dan sejumlah negara lainnya.

“Ini menjadi simbol bahwa pesantren tidak hanya berbicara dalam lingkup lokal atau nasional, tetapi juga memiliki peran global. Kehadiran mahasiswa internasional dalam parade dan ikrar perdamaian menjadi pesan kuat bahwa nilai-nilai pesantren bersifat universal dan relevan untuk dunia,” tambahnya.


Rencananya, Halaqah ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Bupati Jember, serta para bu nyai pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan memperkuat posisi halaqah sebagai forum strategis yang menjembatani kepentingan pesantren, pemerintah, dan masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua LP2M UIN KHAS Jember, Dr. Zainal Abidin, M.Si, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Pustren dan BNN merupakan langkah progresif dalam memperluas peran akademik dan pengabdian masyarakat berbasis pesantren.

“Kami menyambut baik inisiasi ini sebagai bagian dari penguatan peran LP2M dalam mendorong kolaborasi yang berdampak. Halaqah ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang tidak hanya relevan bagi pesantren, tetapi juga bagi kehidupan kebangsaan dan global,” ungkapnya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua BNN Jember, bu nyai Najmah Fairuz. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pusat Studi Pesantren merupakan langkah penting dalam memperkuat peran bu nyai di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“BNN memandang kolaborasi ini sangat penting, karena bu nyai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat. Melalui halaqah ini, kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk memperkuat peran tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwaHalaqah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata yang membawa manfaat luas.

“Kami berharap halaqah ini menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif bu nyai dalam menyuarakan perdamaian dunia dan memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan lintas elemen, Halaqah Kepesantrenan ini dipastikan tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga perayaan nilai-nilai perdamaian yang melibatkan lintas budaya dan bangsa. Momentum ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu tampil sebagai garda depan dalam merawat harmoni dunia di tengah dinamika global yang terus berubah.

Hadir dalam rapat koordinasi perdana Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I Kepala Pusat Pesantren LP2M, bu nyai Najmah Fairuz Pengasuh PP. Riadlus Solihin Jember, bu nyai Kamaliyah Pengasuh PP. Bustanul Ulum Curah Kalong Bangsalsari, Ning Zulfa Yazid Pengasuh PP. Nurul Qarnain Sukowono, Ning Siti Quratul Aini Pengasuh PP. Asy Syafaah Jember, Ning Ervita Firjaun Barlaman Pengasuh PP. As-Shiddiqi Putra (Ashtra), Ning Anjar Suthiyatul M. Pengasuh PP. Al Fattah Talangsari, Ning Shofiyatul Hilmah Pengasuh PP. As-Shiddiqi Putri (Ashri), Ning Malihatil Uyun Pengasuh PP. Miftahul Ulum Jember.


Media Center LP2M

UIN KHAS Jember


Tag : Berita Terkini

Diposting Pada : 8 April 2026, 21:30 | Oleh : Admin LP2M
Dilihat : 23

Berkas :