Griya Moderasi Beragama Resmi Dimulai di Wilayah Urban: LP2M UINKHAS Jember dan KUA Kaliwates Siapkan 25 Duta Lintas Agama

Jember, Rabu, 9 Juli 2025. Bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaliwates, kegiatan Pendampingan Duta Griya Moderasi Beragama resmi diluncurkan oleh Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember bersama KUA Kaliwates. Program ini akan berlangsung intensif selama Juli hingga Agustus 2025 dengan menyasar komunitas urban di wilayah Kota Jember.
Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pendekatan sebelumnya yang dikenal sebagai Kampung Moderasi Beragama, yang berfokus pada wilayah pedesaan. Kini, seiring dengan dinamika sosial masyarakat perkotaan, lahirlah konsep Griya Moderasi Beragama sebuah pendekatan baru untuk membangun kedamaian antarumat beragama di tengah masyarakat urban yang kompleks dan rentan konflik.
“Masyarakat kota seperti Kaliwates memiliki tantangan tersendiri. Potensi konflik antaragama dan antaraliran sangat mungkin terjadi jika tidak dibina dengan pendekatan yang tepat. Karena itu, Griya Moderasi Beragama sangat dibutuhkan,” tegas Muhammad Saiful Hadi, S.H., M.Sy, Kepala KUA Kecamatan Kaliwates, dalam sambutannya.
Sebanyak 25 Duta Moderasi Beragama, yang terdiri dari unsur aktivis Masjid dan Gereja, akan mendampingi komunitas urban dalam membangun pemahaman keberagamaan yang inklusif, damai, dan berwawasan kebangsaan. Mereka akan menjalankan berbagai program edukatif dan sosial di masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antarumat dalam merawat harmoni.
“Tujuan utama pendampingan ini adalah mencegah tumbuhnya bibit-bibit ekstremisme dan menciptakan lingkungan yang damai di wilayah perkotaan,” ungkap Dr.H.Shoni Rahmatullah Amrozi, M.Pd.I, Kepala Pusat Moderasi Beragama UINKHAS Jember.
Ketua LP2M UINKHAS Jember, Dr.Zainal Abidin,S.Pd.I,M.Si, turut menggarisbawahi pentingnya legacy dari kegiatan ini.“Kami harap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pendampingan, tapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa menguatkan moderasi beragama secara berkelanjutan.”
Menariknya, kegiatan ini akan ditutup dengan seremoni peluncuran Griya Moderasi Beragama, ditandai dengan penandatanganan kesepakatan lintas agama serta penanaman pohon simbolik sebagai wujud komitmen bersama terhadap ekoteologi, yakni program Kementerian Agama yang memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis.(dsk)
Tag :